Jumat Bersih dan Urban Farming di SMP Negeri 38: Wujud Nyata Kepedulian Warga Sekolah terhadap Lingkungan
Jumat, 7 Agustus 2026—SMP Negeri 38 kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan nyaman melalui kegiatan Jumat Bersih dan Urban Farming. Kegiatan yang melibatkan seluruh warga sekolah ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, sekaligus sebagai langkah persiapan menuju Sekolah Adiwiyata.
Kegiatan diawali dengan pembagian tugas kebersihan berdasarkan jenjang kelas. Siswa kelas 7 bertugas membersihkan ruang kelas serta teras yang berada di lantai 2 dan 3. Dengan penuh semangat, para siswa bekerja sama membersihkan area tersebut agar menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, siswa kelas 8 mendapat tugas membersihkan area lapangan dan teras lantai 1. Kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan membagi tugas agar seluruh area dapat dibersihkan secara maksimal. Lapangan yang menjadi salah satu pusat aktivitas warga sekolah pun ditata dan dibersihkan sehingga tampak lebih asri dan nyaman digunakan.
Adapun siswa kelas 9 bertanggung jawab membersihkan lingkungan di luar sekolah. Mereka dengan penuh kepedulian membersihkan area sekitar sekolah dari sampah dan berbagai kotoran yang dapat mengganggu keindahan lingkungan. Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa bahwa menjaga kebersihan bukan hanya dilakukan di dalam sekolah, tetapi juga lingkungan di sekitarnya.
Setelah kegiatan Jumat Bersih selesai, kegiatan dilanjutkan dengan urban farming, yaitu kegiatan menanam dan merawat tanaman di lingkungan sekolah. Kegiatan menanam ini dipandu oleh Dewan Galang Pramuka SMP Negeri 38. Beberapa siswa dan siswi turut berpartisipasi secara aktif dalam menanam berbagai tanaman yang telah disiapkan.
Dengan penuh antusias, para siswa bekerja sama menyiapkan media tanam, menanam bibit, serta merawat tanaman yang ada. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang pentingnya menjaga dan merawat tanaman.
Setelah proses penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan menata pot-pot tanaman secara rapi di beberapa area sekolah. Penataan dilakukan dengan memperhatikan kerapian dan keindahan sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih hijau dan sedap dipandang. Penataan tanaman ini juga menjadi bagian dari persiapan SMP Negeri 38 menuju Sekolah Adiwiyata, yaitu sekolah yang memiliki kepedulian dan budaya dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Tidak kalah menarik, beberapa siswi SMP Negeri 38 juga menunjukkan kreativitasnya dengan membuat pupuk cair dari kulit pisang. Kulit pisang yang biasanya dianggap sebagai limbah dimanfaatkan kembali menjadi bahan yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Kegiatan ini menjadi contoh sederhana penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sekaligus mengajarkan kepada siswa bahwa limbah rumah tangga dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Rangkaian kegiatan Jumat Bersih dan Urban Farming tersebut berlangsung dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Seluruh kegiatan tidak hanya menghasilkan lingkungan sekolah yang lebih bersih, hijau, dan tertata, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, serta kecintaan terhadap lingkungan kepada seluruh warga sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 38 terus berupaya membangun budaya sekolah yang peduli dan berwawasan lingkungan. Jumat Bersih dan Urban Farming bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi langkah nyata dalam mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, hijau, dan siap menuju Sekolah Adiwiyata.
RED : CBS
DOK : MFNH











Komentar
Posting Komentar